Akbar Miswari: Santri Hari Ini Bukan Hanya Penjaga Tradisi, Tapi Penggerak Peradaban

Akbar Miswari bersama kasat bimas polres aceh utara di sela2 kunjungan pekan kreativitas santri(Dok/Akbar Miswari)


KAMELA|Aceh Utara– Santri masa kini tak hanya dikenal sebagai penjaga tradisi keagamaan. Lebih dari itu, mereka telah menjadi penggerak peradaban dan agen perubahan di tengah derasnya arus modernisasi. Dari bilik-bilik dayah, lahir gagasan, karya, dan kreativitas yang mampu menjawab tantangan zaman.

Aktivis Santri Aceh Utara, Akbar Miswari**, menegaskan bahwa santri tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat melihat santri sebagai sosok yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.

 

“Kami menolak pandangan sempit yang menilai santri hanya pandai mengaji tanpa daya cipta. Justru dari kitab yang kami baca, lahir semangat untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi negeri,” ungkap Akbar Miswari.


Akbar menyebut, kreativitas santri adalah bagian dari ibadah. Ilmu yang dipelajari di dayah tidak berhenti di teori, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata dari pena hingga kamera, dari panggung dakwah hingga ruang digital.


“Kami ingin dunia tahu: santri bisa, santri mampu, dan santri siap memimpin masa depan dengan karya dan akhlak,” tambahnya.


Lebih lanjut, Akbar menilai bahwa santri bukan hanya calon ulama, tetapi juga calon pemimpin di berbagai bidang kehidupan. Ada yang tumbuh menjadi dai, ada yang menjadi guru, polisi, tentara, pengusaha, hingga tokoh masyarakat.


 “Semua itu bagian dari pengabdian kepada agama dan bangsa. Yang terpenting, di mana pun santri berkarir, nilai kejujuran, disiplin, dan akhlak harus tetap jadi identitas yang tak boleh hilang,” tegasnya.


Bagi Akbar Miswari, peran santri hari ini semakin luas dan strategis. Dengan semangat dan nilai yang diwariskan dari pesantren, santri siap berkontribusi membangun Aceh dan Indonesia yang lebih beradab, kreatif, dan bermartabat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama