![]() |
| Tim Pengabdian Tanggap Bencana Universitas Sebelas Maret (UNS)dok/Ben Unimal |
KAMELA-Aceh Utara, Tim Pengabdian Tanggap Bencana Universitas Sebelas Maret (UNS) menyalurkan bantuan 2 ton PAC (Poli Aluminum Chloride) kepada PDAM Tirta Moon Pase Kabupaten Aceh Utara. Penyaluran penjernih air ini diterima langsung oleh Direktur Umum Hidayatuddin, pada Sabtu (21/12/2025). Penyaluran ini dilakukan sebagai bagian dari respon cepat terhadap bencana banjir yang melanda Aceh Utara akibat hujan ekstrim yang dipicu angin siklon tropis yang terjadi akhir November lalu. Bersama dengan tim gabungan tanggap bencana dari kampus posko Universitas Malikussaleh yang terdiri dari BEM, SAR, TDC, Umpal, Pramuka, KSR PMI, Scania Film dan Menwa, berbagai program dilakukan untuk membantu ribuan korban banjir yang saat ini masih berada pada posko-posko pengungsian, dimana air bersih sangat dibutuhkan.
Direktur Umum PDAM Tirta Pase, Hidayatuddin, menjelaskan bahwa PDAM Tirta Pase merupakan penyedia air bersih utama bagi warga Kabupaten Aceh Utara, dengan jumlah pelanggan mencapai 53 ribu. Namun, ketersediaan PAC sebagai bahan utama penjernih air belum mencukupi akibat terganggunya rantai pasok selama bencana.
Bantuan dari Tim UNS dinilai sangat membantu untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih bagi Masyarakat, terutama bagi para korban banjir. Kebutuhan air bersih di wilayah Sawang dan Langkahan tersebut sangat mendesak karena sumber air warga tercemar dan infrastruktur terdampak banjir, sehingga diperlukan respons cepat dan terkoordinasi.
“Terimakasih kawan-kawan UNS yg telah berpartisipasi membantu 2.000 kg PAC , serta dukungan penuh dari Unimal sehingga IPA PDAM Tirta Pasai kembali bisa memproduksi air bersih dan air siap minum untuk disupplai ke kamp-kamp pengungsian. Dari bantuan PAC ini, kita bisa produksi air bersih dan siap minum 8 hari kedepan,” papar Hidayatuddin.
Program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kemensaintekdikti melalui skema Tanggap Darurat Bencana ini diketuai oleh Agung Hidayat, dosen program studi Ilmu Lingkungan di Sekolah Pascasarjana UNS. Melalui program penjernihan air ini, tim telah mendistribusikan ke beberapa titik pengungsian, salah satunya di Desa Riseh Teunguoh, yang Sebagian besar warganya kehilangan rumah dan hidup di pengungsian Bersama sekitar 500 orang.
Selain dukungan penyediaan air bersih, Tim UNS juga melakukan berbagai program yang sangat dibutuhkan oleh para korban bencana banjir, diantaranya penyediaan energi Listrik melalui pemberian sel surya, genset, dan seperangkatnya, serta bantuan kebutuhan dasar atau logistik bagi posko-posko pengungsian di wilayah Kecamatan Sawang dan Langkahan. Saat ini, kelompok rentan yang terdiri dari ratusan ibu hamil, lansia, dan balita masih belum memperoleh bantuan. “Merespon kondisi tersebut, kami menyalurkan bahan pangan, pakaian layak, susu bagi balita, lansia, ibu hamil dan menyusui, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya,” ujar Agung menekankan fokus utama programnya. (Agung).
Sementara itu Ketua BEM Unimal menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan yang dibawa oleh tim UNS. Ia menjelaskan bahwa air bersih serta sanitasi merupakan kebutuhan setelah kebutuhan pokok dipenuhi.
“Terimakasih kepada UNS yang dari awal bencana merespon cepat. Saat ini setelah berkeliling kami melihat memang pengungsi membutuhkan air bersih dan sanitasi setelah kebutuhan logistik terpenuhi” tutupnya.
