Aliansi Mahasiswa Nusantara Imbau Jaga Stabilitas Nasional dan Tolak Narasi Provokatif dalam Demokrasi

 


Jakarta, 6 April 2026 — Koordinator Pusat Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), Agus Muliara, kembali menegaskan sikap organisasi terkait pernyataan Saiful Mujani yang menyerukan aksi massa untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dalam forum di Jakarta pada 31 Maret 2026.

Menurut Agus Muliara, seruan tersebut tidak hanya tidak tepat, tetapi juga berpotensi menimbulkan instabilitas politik serta memecah belah persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum seperti Indonesia, terdapat berbagai mekanisme yang sah, konstitusional, dan bermartabat untuk menyampaikan kritik maupun melakukan kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Mengetuk dan mengoreksi jalannya pemerintahan tidak harus melalui cara-cara provokatif. Masih banyak jalur yang layak dan patut dilakukan, seperti dialog publik, advokasi kebijakan, penguatan peran masyarakat sipil, serta mekanisme demokrasi yang tersedia secara konstitusional,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus menyoroti pentingnya menjaga objektivitas dalam menyampaikan kritik di ruang publik. Ia mengingatkan agar wacana demokrasi tidak dicampuri oleh sentimen pribadi yang dapat mengaburkan substansi kritik itu sendiri.

“Dalam demokrasi, kritik harus dibangun di atas kepentingan publik, bukan sentimen personal. Ketika kritik disampaikan dengan nada yang konfrontatif dan terkesan berulang terhadap figur tertentu, maka publik berhak mempertanyakan apakah yang dibawa adalah kepentingan demokrasi atau justru persoalan pribadi,” tegasnya.

Agus juga menyinggung rekam jejak Saiful Mujani melalui lembaga surveinya, SMRC, yang sebelumnya pernah secara terbuka melakukan kampanye negatif berbasis rekam jejak terhadap Prabowo Subianto. Ia menilai bahwa pola tersebut, ditambah dengan pernyataan terbaru yang lebih konfrontatif, berpotensi menimbulkan persepsi publik bahwa terdapat dimensi personal dalam sikap yang ditunjukkan.

“Jika kita melihat secara terang benderang di ruang publik, termasuk media online, kritik-kritik yang disampaikan cenderung mengarah pada figur yang sama dengan eskalasi yang semakin tinggi. Ini dapat memunculkan dugaan adanya kecenderungan personal, yang tentu tidak sehat dalam praktik demokrasi,” lanjut Agus.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa AMAN tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan komitmen untuk menjaga stabilitas nasional.

Ia juga menyayangkan pernyataan tersebut datang dari sosok Saiful Mujani yang dikenal sebagai aktivis senior dalam gerakan reformasi 1998. Menurutnya, pengalaman tersebut seharusnya menjadi landasan untuk menghadirkan narasi yang edukatif, sejuk, dan konstruktif bagi masyarakat.

Aliansi Mahasiswa Nusantara mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

“Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab, objektif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tutup Agus Muliara.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama