KAMELA-Kekuasaan tidak luput dari yang namanya suatu sistem pemerintahan yang sistemnya terstruktur. Beranjak dari sejarah bangsa Indonesia yang mana struktur kekuasaan Nusantara bersifat Segmentatif yang berbasis komunitas lokal sehingga legitimasi kekuasaan bertumpu pada kharisma, mitologi dan relasi kosmologi antara penguasa dan rakyat. Sehingga pada masa itu sistem politik kerajaan hanya didominasi sebagai otoritas dengan bersifat patrimonial dengan merujuk pada sistem dinasti.
Berbicara tentang sistem pemerintahan di Indonesia yang merupakan cerminan dalam perjalanan panjang yang berfokus pada mencari bentuk kekuasaan yang ideal. Hal tersebut terjadi dikarenakan transformasi kekuasaan di nusantara dari Absolutisme menuju demokrasi yang belum tuntas. Di masa Kolonial kekuasaan tidak lagi berorientasi pada kesejahteraan rakyat, melainkan pada kepentingan ekonomi penjajah. Sehingga sistem ini membuat rakyat Indonesia kehilangan hak politik dan penindasan ekonomi jika di kaji secara negative. Akan tetapi sisi positif yang bisa di ambil pada masa kolonialisme yaitu sistem administrasi modern yang diperkenalkan pada zaman itu sehingga masih digunakan sebgai pondasi bahkan sampai pada hari ini.
Perubahan signifikan dari masa ke masa sangat mempengaruhi sistem, khususnya pada pergerakan nasional. Kesadaran rakyat Indonesia yang memahami kekuasaan seharusnya tidak lagi bersifat turun temurun atau berbasis kekuasan dikarenakan kedaulatan rakyat akan kesadaran tersebut sangat penting untuk membangun organisasi modern. Sehingga dari kesadaran tersebut lairnya sistem pemerintaan modern paska kemerdekaan yang mengedepankan demokrasi dan konstitusi,.
Dengan demikian, sistem demokrasi yang diterapkan saat ini belum berjalan ideal. Dapat diliat dari sisi sinifikan bahwa secara formal , rakyat Indonesia memiliki hak untuk memilih pemimpin dan berpartisipasi dalam politik. Akan tetapi pada kenyataannya hari ini praktiknya, masih banyak permasalahan seperti korupsi, politik bahkan sampai pada lemahnya penegakan hukum. Hal tersebut menunjukkan institusi kekuasaan belum sepenuhnya diiringi dengan perubahan budaya politik.
Dapat disimpulkan bahwa institusi dapat disimpulkan bahwa perrjalanan kekuasaan di nusantara merupakan proses panjang dari sisttem yang otoriter menuju sistem demokrasi. Dan harapannya kedepan mampu mendekatkan pelayanan kepadda rakyat mengalami peningkatan signifikan yang mamennyentuh aspek moral dan integritas para pelaku kekuasaan.
Ditulis Oleh:Nisa Agestina Simamora
