Energi dalam sendi kehidupan ialah hal pokok yang sangat dibutuhkan saat ini. Setiap manusia pasti membutuhkan energi dalam melakukan aktifitas apapun baik di dalam maupun dilluar ruangan. Energi dapat kita sebut sebagai tulang punggung dari peradaban dan juga penegak utama dalam pembangunan nasional. Energi mempunyai peran penting pada setiap aspek kehiduapn sehari hari sepert, komoditas, teknologi & komunikasi, transportasi, hingga kesehatan.
Bukan hanya sebatas komoditas ekonomi, energi juga sebagai instrumen strategis negara. Dalam hal ini energi dinilai sebagai kedailatan dan pertahanan nasional, dengan memastikan kelangsungan militer hingga fungsi vital negara. Mengurangi ketergantungan impor energi sehingga tidak mudah terpengaruh dengan negara lain oleh guncangan geopolitik, dinamika global ataupun embargo. Sehingga ketahanan energi bukan hanya sekedar teknoratis, melainkan harus dan tetap ditempatkan dalam ruang strategis nasional.
Pada prespektif geopolitik dunia, energi digunakan sebagai alat untuk memproyeksikan kekuasaan hingga meningkatkan daya saing dipanggung global. Indonesia dalam hal ini harus lebih teliti dalam konsep pengelolaan energi. Negara yang berdaulat adalah negara yang mampu dan siap dalam pengelolaan sumber dayanya sendiri tanpa adanya tekkanan dari luar. Dalam hal prinsip hukum internasional, negara memiliki hak penuh atas sumber daya alamnya untuk kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Pemenuhan kebutuhan dan pemerataan distribusi energi yang tepat adalah tujuan utama dalam menjaga kedaulatan negara.
Indonesia yang dikenal sejak lama sebagai negara yang kaya akan sumber daya energinya masih menghadapi berbagai persoalan ketahanan energi, seperti tingginya impor BBM dan batu bara sehingga menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya tidak menjadi patokan kedaulatan. Dalam hal langkah strategis pengelolaan energi, BUMN ditempatkan sebagai aktor utama pembangunan dalam percepatan transisi energi. Di satu sisi pembangunan insfrasturktur yang merata akan mampu mengatasi ketimpangan akses energi di berbagai daerah 3T (Tertinggal, terdepan, dan terluar).
Ditulis oleh : Muhammad Ardiansyah Putra Sinaga, pada forum LK3 HMI Badko Sumut
