KAMELA-Digitalisasi sudah merevolusi berbagai aspek kehidupan. Termasuk cara manusia bekerja dan berkolaboras. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya platform online dan tekhnologi yang canggih sehingga transformasi digital di era global membuat sistem komunikasi, kerja dan informasi dapat di akses dengan cepat dan mudah.
Transformasi digital telah menjadi keharusan strategi bagi organisasi ditengah era distrubsi, dikarenakan di era digital pada hari ini akses informasi sudah sangat mudah didapat dan dinamis. Sistem organisasi hari ini banyak yang masih mempertahankan pola lama yang pada dasarnya sudah berjalan menuju ketertinggalan sehingga tergilas zaman. Rekontruksi organisasi di era digital hari ini mengharuskan kita untuk ikut andil memanafaatkan tekhnologi guna membangun pengaruh di era digital.
Pada hari ini kesalahan terbesar suatu organisasi adalah yang selalu terjebak dengan sistem yang kolot sehingga mengganggap digitalisasi hanya sebatas pengguna teknologi saja. Contohnya seperti membuat akun media sosial atau webside. Pada dasarnya yang harus direkontruksikan dalam pemanfaatan era digital di suatu ranah organisasi hari ini seharusnya dapat menyentuh aspek budaya kerja, pola fikir sumber daya manusia, hingga strategi komunikasi sehingga mindset tentang perubahan tekhnologi bisa diterapkan menjadi alat tanpa arah.
Pada hari ini proses rekontruksi yang terjadi dalam dunia doktrin organisasi tidaklah mudah. Banyak organisasi yang menghadapi resistensi internal, terutama organisasi yang masih nyaman dengan sistem lama dengan keterbatasan kemampuan digital terhadap keamanan data dikarenakan kurangnya kesadaran dalam pengelolaan data tersebut dengan baik sehingga menimbulkan konflik dan ketidakstabilitas.
Selain itu organisasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan kekuasaan sosial kekuasaan atau struktur formal, akan tetapi harus mampu menunjukkan nilai, integritas, dan konsistentis melalui interaksi digital. Dengan adanya beberapa keterbatasan tersebut maka perlu terobosan baru yang harus dikedepankan oleh suatu organisasi seperti pengenalan organisasi tersebut ke public dengan memanfaatkan konten yang berkualitas dengan komunikasi yang terbuka, sehingga organisasi tersebut dapat aktif berinteraksi dengan khalayak ramai dan transparan dan mudah mendapat simpati dan dukungan masyarakat.
Oleh karena itu di era digital sekarang perlu kepemimpinan yang visioner dan adaptif agar organisasi tersebut mampu menjadi motor perubahan, bukan hanya sekedar pengamat. Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko, mendorong inovasi, serta membangun budaya belajar untuk kemajuan organisasi. Organisasi diharapkan mampu melakukan rekontruksi secara tepat dalam membangun keunggulan yang berpengaruh di era digital.
