Adapun komisariat yang menyatakan dukungan tersebut berasal dari Komisariat FISIP, Hukum, Tarbiyah, Syariah, Pertanian, FKIP, Ekonomi, Dakwah, dan FEBI.Politehnik Dukungan itu dinilai menjadi bentuk kepercayaan kader terhadap gagasan perubahan serta arah gerakan yang dibawa Muhaymin.
Mengusung semangat reaktualisasi nilai-nilai Insan Cita, Muhaymin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan HMI yang lebih progresif, responsif, dan dekat dengan persoalan kader maupun masyarakat. Menurutnya, HMI harus mampu menjadi ruang perjuangan intelektual yang tetap menjaga independensi dan keberpihakan terhadap umat.
“Dukungan ini bukan sekadar dukungan politik organisasi, tetapi amanah besar untuk membawa HMI menjadi lebih aktif, solid, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Muhaymin.
Ia juga menilai bahwa sinergi antar komisariatmenjadi kekuatan penting dalam membangun arah baru organisasi. Dengan kolaborasi yang kuat, HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara diyakini mampu melahirkan kader-kader yang unggul secara intelektual, kokoh secara moral, dan peka terhadap kondisi sosial masyarakat.
Selain fokus pada penguatan kaderisasi, Muhaymin juga menaruh perhatian terhadap tradisi intelektual, advokasi sosial, serta penguatan peran HMI dalam merespons isu-isu daerah seperti pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
KONFERCAB XXXI sendiri menjadi momentum penting bagi HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Di tengah dinamika zaman yang terus berkembang, kader HMI dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan gagasan, gerakan, dan semangat perjuangan kader secara kolektif.
Dengan dukungan dari 9 komisariat tersebut, Muhaymin optimistis mampu membawa semangat perubahan dan menjadikan HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara lebih maju, berintegritas, serta tetap konsisten sebagai organisasi kader dan perjuangan.
