Lhokseumawe — Proyek perbaikan ruas jalan nasional di kawasan Lhokseumawe menuai sorotan tajam setelah sejumlah kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi akibat kondisi jalan hasil pengerokan (asphalt milling) yang belum diaspal kembali secara optimal. Minimnya rambu peringatan dan lambannya proses pengerjaan dinilai memperbesar risiko bagi pengguna jalan.
Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Malikussaleh Muhammad Zaky Hakim, mendesak Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh untuk segera memberikan klarifikasi terkait pengerjaan preservasi jalan nasional di sekitar Kota Lhokseumawe yang dinilai tidak berjalan maksimal.
Menurut Zaky, dalam beberapa pekan terakhir masyarakat dihadapkan pada kondisi jalan yang membahayakan, khususnya pada titik-titik pengerokan aspal yang tidak disertai pengamanan memadai. Kondisi tersebut disebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan tunggal, terutama pada malam hari.
“Banyak pengguna jalan mengeluhkan permukaan jalan yang tidak rata pasca pengerokan, sementara rambu peringatan, lampu hazard proyek, hingga tanda pengalihan arus masih sangat minim. Ini bukan hanya persoalan teknis proyek, tetapi juga menyangkut keselamatan publik,” ujar Zaky dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Ia juga menekankan bahwa proyek infrastruktur jalan tidak boleh mengabaikan aspek perlindungan masyarakat. Dalam perspektif hukum administrasi negara dan hukum konstruksi, penyelenggara proyek memiliki tanggung jawab untuk memastikan standar keselamatan tetap terpenuhi selama pekerjaan berlangsung.
“Negara melalui instansi teknis wajib menjamin keselamatan masyarakat. Jangan sampai proyek yang dibiayai untuk kepentingan publik justru menghadirkan ancaman baru bagi pengguna jalan,” katanya.
Himpunan Mahasiswa Magister Hukum Unimal juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, termasuk audit teknis terkait standar pengamanan lapangan serta pengawasan terhadap kontraktor pelaksana.
Mereka menilai ruas jalan nasional di wilayah Lhokseumawe merupakan jalur dengan mobilitas tinggi sehingga pengerjaan preservasi seharusnya dilakukan secara cepat, terukur, dan mengedepankan keselamatan pengguna jalan.
