INFO: KAMELA (Kabar Milenial Aceh) • Informasi Terpercaya Langsung Dari Aceh

Iklan

Iklan

Festival Peeh Karah Semarakkan HUT Ke-24 Kabupaten Nagan Raya

Sarah Humaira
Menghitung...
03:00


Nagan Raya – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Nagan Raya, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menggelar Festival Peeh Karah di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi kabupaten tersebut berlangsung meriah dengan diikuti sebanyak 200 peserta dari perwakilan 10 kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.

Festival Peeh Karah menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dalam melestarikan kuliner tradisional Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui produk-produk khas daerah.

Perlombaan yang digelar pada siang hari itu berlangsung semarak. Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Kompor gas, tabung gas, wajan, alat pencetak Peeh Karah, hingga perlengkapan memasak lainnya disusun rapi di setiap meja peserta. Di sisi lain, panitia telah menyediakan bahan utama berupa tepung, gula pasir, dan minyak goreng yang akan digunakan selama perlombaan.

Suasana semakin ramai ketika peserta mulai mengolah adonan dan mencetak Peeh Karah menggunakan alat tradisional. Aroma khas adonan yang digoreng memenuhi kawasan Alun-Alun Suka Makmue dan menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menyaksikan jalannya perlombaan. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti di setiap stan peserta untuk melihat secara langsung proses pembuatan salah satu kuliner khas Aceh tersebut.

Dalam perlombaan ini, peserta ditantang menghasilkan Peeh Karah sebanyak mungkin dengan ukuran yang besar. Ketentuan perlombaan menetapkan bahwa peserta yang mampu membuat Peeh Karah dalam jumlah terbanyak dan berukuran paling besar memiliki peluang lebih besar untuk menjadi pemenang.

Meskipun perlombaan berlangsung meriah, cuaca yang mendung disertai gerimis sempat menjadi tantangan bagi para peserta. Beberapa peserta terlihat berusaha melindungi area memasak agar proses menggoreng tetap berjalan dengan baik.

Salah seorang peserta dari Kecamatan Tadu Raya mengaku kondisi cuaca membuat proses menggoreng menjadi lebih sulit. Tetesan air hujan yang mengenai minyak panas menyebabkan peserta harus lebih berhati-hati saat menggoreng Peeh Karah. Meski demikian, seluruh peserta tetap bersemangat menyelesaikan perlombaan hingga waktu yang telah ditentukan panitia.

Antusiasme masyarakat juga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga yang hadir tidak hanya menyaksikan proses perlombaan, tetapi juga memberikan semangat kepada para peserta dari masing-masing kecamatan. Kehadiran masyarakat menjadikan Festival Peeh Karah tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional Nagan Raya kepada generasi muda.

Festival ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai budaya yang terkandung dalam proses pembuatan Peeh Karah dapat terus dikenalkan dan diwariskan, sekaligus menjadi daya tarik dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Nagan Raya.

REDAKSI

Sarah Humaira

Kontributor aktif KAMELA. Menyajikan berita terkini dan mendalam dari Aceh untuk generasi milenial.

BAGIKAN KE TEMAN

WhatsApp Salin