Lhokseumawe – Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Universitas Malikussaleh menghadiri dialog publik yang diselenggarakan oleh Arta (Arutala Baca) di De Grand Coffee, Lhokseumawe, Jumat (17/7/2026) malam. Kegiatan yang mengusung tema "LGBT di Ruang Publik: New Normal atau Cerminan Ketidakpedulian?" tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat untuk membahas fenomena LGBT yang dinilai semakin tampak di ruang publik Aceh.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum LPMH Unimal, Ega Irvanda, menyampaikan bahwa isu LGBT di Aceh tidak hanya dipandang sebagai persoalan individu, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya kepedulian sosial serta pengawasan dari berbagai pihak. Menurutnya, muncul anggapan di sebagian masyarakat yang mulai menganggap fenomena tersebut sebagai sesuatu yang biasa sehingga berpotensi memunculkan sikap pembiaran.
"Problemnya hari ini bukan hanya soal keberadaan LGBT, tetapi juga muncul pembiaran dan anggapan bahwa hal itu menjadi sesuatu yang wajar di tengah masyarakat. Bahkan, ada degradasi tanggung jawab dari aparatur, termasuk Wilayatul Hisbah (WH), dalam menjalankan fungsi pengawasan," ujar Ega.
Sementara itu, Risna menekankan pentingnya penguatan regulasi di tingkat gampong sebagai langkah preventif. Ia menilai pemerintah gampong bersama tuha peut memiliki kewenangan untuk menyusun aturan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat.
"Penekanan melalui regulasi bisa dilakukan di tingkat gampong melalui tuha peut. Dengan adanya aturan yang disepakati bersama, diharapkan dapat meminimalisasi munculnya fenomena boti atau bencong di ruang publik," katanya.
Dialog berlangsung secara interaktif dengan dihadiri mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai pandangan terkait fenomena sosial di Aceh, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, tokoh adat, akademisi, dan aparat penegak hukum melalui edukasi, penguatan nilai-nilai sosial dan agama, serta evaluasi terhadap efektivitas regulasi dan pelaksanaannya.
