Aceh Besar- Antusiasme anak-anak di Gampong Gla Meunasah Baro, Kecamatan Krueng Barona Jaya, terhadap kegiatan literasi terlihat sangat tinggi dalam program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Literasi Kelompok 24 Universitas Syiah Kuala.
Selama masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Kegiatan tersebut meliputi membaca nyaring, mengulas buku, sesi membaca bersama, hingga pembuatan proyek berbasis buku yang melibatkan kreativitas anak-anak.
Program ini rutin dilaksanakan pada siang hari, dengan memanfaatkan halaman kantor geuchik maupun Taman Baca Masyarakat (TBM) sebagai ruang belajar alternatif. Suasana yang santai namun edukatif membuat anak-anak merasa nyaman untuk belajar sambil bermain.
Pada awalnya, mahasiswa KKN mengaku tidak memiliki ekspektasi tinggi terhadap jumlah peserta yang akan hadir. Mereka memperkirakan minat anak-anak terhadap kegiatan literasi masih rendah, sejalan dengan banyaknya anggapan bahwa minat baca anak di Indonesia terus menurun. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal yang berbeda.
Anak-anak di gampong tersebut berbondong-bondong datang dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Mereka aktif bertanya, berpartisipasi dalam diskusi, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang diberikan.
“Di luar dugaan, anak-anak di sini sangat antusias. Bahkan, kami menemukan masih ada beberapa anak yang belum lancar membaca, sehingga kegiatan ini menjadi sangat penting bagi mereka,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Tidak hanya anak-anak, dukungan juga datang dari para orang tua. Mereka menyambut baik adanya kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.
“Orang tua merasa senang karena anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat. Mereka tidak hanya menghabiskan waktu di rumah atau bermain handphone, tetapi juga belajar membaca dan menambah pengetahuan,” lanjutnya.
Dukungan penuh dari masyarakat Gampong Gla Meunasah Baro menjadi salah satu faktor penting keberhasilan program ini. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu menghidupkan kembali semangat belajar di lingkungan gampong.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan literasi ini masih menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan buku menjadi tantangan utama dalam menunjang keberlangsungan program. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan setempat sebagian besar sudah usang, tidak menarik, dan kurang relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini.
Kondisi tersebut membuat mahasiswa harus berupaya lebih kreatif dalam menyusun kegiatan agar tetap menarik meskipun dengan keterbatasan sumber bacaan. Namun, mereka menyadari bahwa keberadaan buku fisik yang layak tetap menjadi kebutuhan utama dalam membangun budaya literasi.
Melihat tingginya minat dan semangat anak-anak, mahasiswa KKN Literasi Kelompok 24 pun berinisiatif membuka donasi buku. Langkah ini diharapkan dapat membantu menyediakan bahan bacaan yang lebih layak dan bervariasi bagi anak-anak di gampong tersebut.
“Kami berharap ada pihak-pihak yang tergerak untuk berdonasi buku. Dengan adanya buku yang cukup dan layak, semangat anak-anak ini bisa terus berkembang,” ungkap mahasiswa KKN.
Kondisi di Gampong Gla Meunasah Baro menjadi gambaran bahwa rendahnya literasi tidak selalu disebabkan oleh kurangnya minat baca, melainkan juga karena keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang memadai.Di tengah maraknya pemberitaan mengenai menurunnya minat baca anak di Indonesia, kondisi ini justru menunjukkan potensi besar yang perlu didukung secara serius. Minat baca anak-anak masih ada dan bahkan tinggi, namun membutuhkan perhatian serta fasilitas yang memadai agar dapat berkembang secara optimal.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat menjadi pemicu tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat. Lebih dari itu, mereka juga berharap adanya perhatian dari pemerintah, dinas pendidikan, maupun berbagai pihak lainnya untuk turut berkontribusi dalam menyediakan akses bacaan yang lebih baik. Jika dukungan tersebut dapat terwujud, bukan tidak mungkin Gampong Gla Meunasah Baro dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan gerakan literasi berbasis masyarakat di daerah.
Penulis: Dian Fadhila
