Bireun — Dari kegiatan sederhana di lingkungan rumah, ternyata bisa tumbuh menjadi sebuah peluang. Hal itulah yang coba dihadirkan mahasiswa oleh mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melalui Workshop Pembuatan Sabun Cuci Piring bersama ibu-ibu Gampong Blang Lancang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen bertepatan pada, 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang dirancang sebagai bentuk pengabdian sekaligus upaya berbagi keterampilan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya sekadar mengenalkan cara membuat sabun untuk kebutuhan rumah tangga, mahasiswa juga membuka wawasan bahwa keterampilan sederhana tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna bahkan berpotensi menjadi peluang usaha rumahan.
Sejak kegiatan dimulai, ibu-ibu Gampong Blang Lancang terlihat cukup antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan. Rasa penasaran terlihat ketika mahasiswa mulai memperkenalkan berbagai bahan yang digunakan dalam proses pembuatan sabun cuci piring, mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe kemudian menjelaskan fungsi bahan-bahan tersebut serta tahapan pembuatannya secara perlahan agar lebih mudah dipahamioleh Ibu-ibu Gampong Blang Lancang. Setelah mendapatkan penjelasan, seluruh peserta tidak hanya menjadi pendengar tetapi langsung diajak untuk ikut mempraktikkan proses pembuatan sabun.
Suasana pun semakin hidup ketika memasuki tahap praktik. Ibu-ibu terlihat aktif memperhatikan proses pencampuran bahan, mengikuti arahan yang diberikan oleh mahasiswa, hingga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai takaran dan hasil akhir sabun yang dibuat. Beberapa peserta bahkan tampak penasaran untuk mencoba sendiri setiap tahapan, interaksi antara mahasiswa dan ibu-ibu berlangsung dengan suasana yang santai dan akrab. Sesekali muncul candaanringan di sela-sela kegiatan, sehingga workshop tidak terasa seperti kegiatan penyuluhan yang kaku, melainkan seperti belajar bersama antarwarga dan mahasiswa.
Salah satu anggota KPM Mandiri UIN Sultanah Nahsrasiyah Lhokseumawe, mengaku merasa senang melihat antusiasme ibu-ibu selama proses pembuatan sabun berlangsung. Menurutnya, respons para peserta menjadi salah satu hal yang membuat kegiatan tersebut terasa berkesan.
“Saya merasa senang sekali melihat ibu-ibu sangat excited selama proses pembuatan sabun. Dari awal mereka sudah memperhatikan bahan-bahan yang telah disiapkan, kemudian banyak juga yang bertanya ketika ada tahap yang belum mereka pahami. Jadi kami sebagai mahasiswa merasa senang karena kegiatan yang kami bawa ternyata mendapat respons yang baik,” ujar Syalsabillah.
Bagi Syalsabillah, antusiasme peserta juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti ketika workshop selesai.
“Yang paling membuat saya senang itu ketika melihat ibu-ibu mulai berani mencoba sendiri, mereka terlihat penasaran dengan prosesnya dan ingin tahu bagaimana sabun itu bisa dibuat. Harapannya, setelah kegiatan ini ibu-ibu bisa mencoba membuatnya kembali di rumah, baik untuk digunakan sendiri maupun kalau memungkinkan bisa dikembangkan menjadi usaha kecil-kecilan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kedekatan mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dengan masyarakat Gampong Blang Lancang. Bagi mahasiswa, pengabdian bukan hanya tentang melaksanakan program kerja yang telah direncanakan tetapi juga tentang menciptakan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman dan manfaat bagi warga.Workshop pembuatan sabun cuci piring juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat. Di sisi lain, ibu-ibu mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang sederhana, tetapi memiliki kemungkinan untuk terus dikembangkan.
Dari bahan-bahan yang diperkenalkan, proses pencampuranhingga sabun yang berhasil dibuat bersama, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan pendampingan mahasiswa KPMMandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengikuti tahapan pembuatan dengan tepat agar memperoleh hasil yang sesuai. Lebih dari sekadar menghasilkan sabun cuci piring, kegiatan ini membawa pesan bahwa peluang untuk menjadi lebih produktif dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan rumah tangga yang selama ini hanya dipandang sebagai pengeluaran, melalui keterampilan tersebut dapat dilihat dari sisi lain sebagai sesuatu yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Antusiasme ibu-ibu Gampong Blang Lancang menjadi kesan tersendiri bagi mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Semangat mereka dalam bertanya, mencoba, dan mengikuti proses dari awal hingga akhir menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis keterampilan dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Melalui workshopini, mahasiswa KPM Mandiri UIN Sultanah NahrasiyahLhokseumawe berharap keterampilan yang telah dibagikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu Gampong Blang Lancang. Tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai langkah awal apabila nantinya ingin mengembangkan produk rumah tangga menjadi peluang usaha. Sebab, terkadang peluang tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Ia bisa dimulai dari dapur, dari tangan-tangan yang mau belajar, dan dari sebuah kegiatan sederhana yang dilakukan bersama.
