ACEH UTARA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 33 Universitas Malikussaleh (UNIMAL) melanjutkan program digitalisasi desa dengan mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menerapkan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kegiatan ini digelar di Desa Keude Blang Ara, Jumat (21/8/2026).
Program bertajuk "Pemberdayaan UMKM Melalui Pembuatan dan Implementasi QRIS sebagai Digitalisasi Pembayaran" tersebut merupakan tindak lanjut dari pemetaan lokasi usaha di Google Maps yang telah rampung sehari sebelumnya. Mahasiswa menyasar integrasi sistem transaksi digital untuk memodernisasi warung dan lapak dagang warga.
Ketua Kelompok KKN 33 UNIMAL, Muhammad Hafiz Murtaza, menyatakan bahwa pengenalan transaksi cashless merupakan langkah krusial untuk melengkapi keberadaan profil digital UMKM.
"Setelah lokasi usaha terpetakan secara daring, langkah berikutnya adalah mempermudah metode pembayaran bagi konsumen. QRIS meminimalkan kendala uang kembalian, menekan risiko peredaran uang palsu, dan memudahkan pencatatan arus kas harian pedagang," ujar Hafiz di Keude Blang Ara, Jumat (21/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk membantu pendaftaran rekening digital, memproses pembuatan barcode QRIS, hingga mencetak dan memasang stiker kode QR di gerai pedagang. Tim juga memandu pedagang melakukan uji coba transaksi pembayaran secara langsung menggunakan gawai pintar.
Selain Hafiz, pendampingan teknis ini digerakkan oleh sepuluh mahasiswa anggota kelompok, yakni Andira Wulan Prasetya Saragih, Eprilia Pingkan Damayanti Sihotang, Faradilla Umaina, Nuryadani, Shafiq Mulya, Winda Dwi Lestari, Rahmi Azrina Nasution, Dara Humayra Sahari, Muhammad Sajidan, dan Hanizah Auliya.
Penerapan QRIS ini disambut antusias oleh para pedagang setempat yang mulai terbiasa melayani pembeli tanpa pertukaran uang tunai fisik.
Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN 33 UNIMAL berharap para pelaku usaha di Keude Blang Ara semakin percaya diri mengadopsi teknologi keuangan modern, sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang transparan, aman, dan berdaya saing tinggi.
