Aceh Utara – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Kelompok 8 melaksanakan program kerja Seuke Lestari di Gampong Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (9/8/2026).
Program Seuke Lestari merupakan salah satu upaya mahasiswa KPM Kelompok 8 untuk melestarikan kembali pohon seuke yang keberadaannya semakin berkurang setelah banjir bandang Aceh pada 2025. Banjir tersebut menyebabkan sejumlah pohon seuke terbawa arus sehingga keberadaannya di lingkungan Gampong Kuala Keureuto semakin terbatas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KPM Kelompok 8 menanam pohon seuke dengan memanfaatkan kompos yang telah dibuat melalui program kerja sebelumnya, yaitu KOMPAS (KOMPos dAri Sampah). Penggunaan kompos tersebut menjadi bagian dari rangkaian program lingkungan yang saling berkaitan, mulai dari pengolahan sampah organik hingga pemanfaatannya untuk mendukung penanaman pohon seuke.
Program ini juga mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya para pengrajin tikar seuke yang bergantung pada pohon seuke sebagai bahan baku utama dalam pembuatan tikar tradisional.
Salah satu pengrajin tikar seuke Gampong Kuala Keureuto, Nur Aini, mengatakan program Seuke Lestari sangat baik karena dapat membantu menumbuhkan kembali pohon seuke di lingkungan gampong.
“Program ini sangat bagus karena pohon seuke merupakan bahan utama untuk membuat tikar. Kalau pohon seuke semakin sedikit, kami sebagai pengrajin juga akan kesulitan mendapatkan bahan baku,” ujar Nur Aini.
Ia berharap penanaman pohon seuke tersebut dapat terus dilanjutkan dan dirawat hingga tumbuh dengan baik, sehingga ketersediaan bahan baku tikar seuke dapat terjaga serta keberadaan pohon seuke di Gampong Kuala Keureuto dapat kembali meningkat.
“Harapannya, pohon seuke yang ditanam ini bisa tumbuh dan dirawat bersama-sama agar ke depannya masih banyak pohon seuke di gampong ini dan para pengrajin tetap bisa membuat tikar seuke,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris KPM Mandiri Kelompok 8, Muna Alfazira, mengatakan program Seuke Lestari tidak hanya menjadi kegiatan penanaman pohon, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan keberlanjutan kerajinan lokal masyarakat.
“Melalui Seuke Lestari, kami berharap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat pohon seuke yang telah ditanam. Pohon ini bukan hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan budaya karena menjadi bahan utama dalam pembuatan tikar seuke,” ujar Muna Alfazira.
Program Seuke Lestari diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menjaga keberadaan pohon seuke di Gampong Kuala Keureuto sekaligus mendukung keberlanjutan kerajinan tikar seuke yang menjadi salah satu potensi masyarakat setempat.
