ACEH UTARA– Dalam upaya menunjang pengembangan literasi komunikasi dan pembentukan karakter di tingkat akar rumput, Tim Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 07 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe meluncurkan program pendampingan keterampilan public speaking dan oratorik bagi anak-anak di desa lokasi pengabdian.
Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi edukatif untuk merespons masih minimnya ruang ekspresi verbal serta pelatihan komunikasi formal bagi anak-anak di daerah pedesaan. Melalui pendekatan pembelajaran aktif (active learning) dan partisipatif, para mahasiswa tidak hanya mengajari anak-anak cara berbicara di depan umum, tetapi juga membimbing mereka menyusun kerangka berpikir yang sistematis dan logis.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan terstruktur ini mencakup empat aspek penting retorika modern yang disajikan secara komprehensif. Anak-anak diajak mempelajari pengelolaan gagasan melalui penyusunan alur pidato yang runtut, mulai dari pendahuluan, argumentasi utama, hingga penutup. Selain itu, mereka dibimbing dalam hal olah vokal seperti pernapasan, intonasi, dan artikulasi, penguasaan bahasa tubuh (non-verbal communication), serta teknik psikologis sederhana untuk mengatasi kecemasan berbicara di depan umum (speech anxiety).
Secara teoritis, kecemasan berkomunikasi atau communication apprehension di depan publik kerap terbentuk sejak masa kanak-kanak akibat kurangnya stimulasi dan ruang aman untuk mengekspresikan diri. Melalui simulasi berpidato yang interaktif dan berbasis penguatan positif, anak-anak desa diajak untuk mengikis rasa takut salah serta menumbuhkan keberanian dalam menyampaikan gagasan mereka di hadapan audiens.
Para mahasiswa KPM Kelompok 07 menerapkan metode scaffolding dalam pendampingan ini, di mana anak-anak diawali dengan pemberian contoh dan materi dasar, kemudian didampingi menyusun naskah pidato sederhana sesuai minat masing-masing, hingga akhirnya mereka mampu berdiri sendiri dan menyampaikan pidatonya secara mandiri.
Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi sepanjang rangkaian kegiatan. Dengan percaya diri, para peserta mulai berani mengutarakan cita-cita, gagasan tentang pentingnya pendidikan, hingga kecintaan terhadap desa mereka dalam bentuk orasi singkat yang menarik dan komunikatif di depan teman-teman sebaya mereka.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan sumber daya manusia. Diharapkan, fondasi literasi komunikasi yang diletakkan oleh KPM Kelompok 07 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik anak-anak desa, tetapi juga menumbuhkan daya kritis serta kapasitas kepemimpinan (leadership potential) calon generasi penerus bangsa sejak usia dini.
