ACEH UTARA — SMK Negeri 1 Nisam menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus OSIS periode terbaru, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula dan lapangan sekolah tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pergantian kepengurusan OSIS.
LDK bertujuan membekali para pengurus dengan pemahaman mengenai kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, serta tata kelola organisasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam menjalankan organisasi OSIS secara efektif dan bertanggung jawab.
Kepala SMK Negeri 1 Nisam, Samsul Bahri, S.Pd., M.S.M., mengatakan bahwa LDK menjadi wadah bagi pengurus OSIS untuk memahami peran, tanggung jawab, serta tantangan yang akan dihadapi selama berorganisasi.
“Pengurus OSIS harus mampu melaksanakan kegiatan dengan segala pengorbanan, rela capek, baik capek badan, capek pikiran maupun capek hati,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan senam bersama sebagai implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekolah.
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan secara indoor dan outdoor. Materi yang disampaikan meliputi kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim dengan menghadirkan Azwar Djafar dari Self Management Indonesia sebagai narasumber sekaligus trainer.
Dalam pemaparannya, Azwar Djafar menegaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang harus dimiliki setiap organisasi, yakni komunikasi, kerja sama, dan evaluasi.
“Tanpa ketiga aspek tersebut, organisasi akan berjalan tanpa arah dan berpotensi menimbulkan perpecahan di dalam tubuh organisasi,” jelasnya.
Sebagai penutup, para peserta mengikuti berbagai simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk melatih kemampuan koordinasi, komunikasi, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi di lingkungan organisasi.
Melalui kegiatan LDK ini, SMK Negeri 1 Nisam berharap pengurus OSIS tidak hanya memahami konsep kepemimpinan dan keorganisasian secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam menjalankan program kerja, membangun kolaborasi yang solid, serta menciptakan organisasi yang aktif, profesional, dan berdaya guna bagi sekolah.
