Forum Dai Milenial (FDM) secara resmi menetapkan tim penyeleksi dalam rangka pelaksanaan Lomba Dai Online FDM 2026 sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas dalam proses seleksi peserta.
Tim penyeleksi yang ditunjuk terdiri dari Jihan Fanyra sebagai Penyeleksi 1 dan Muhammad Dhafa sebagai Penyeleksi 2, yang keduanya memiliki rekam jejak prestasi yang kuat di bidang dakwah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Jihan Fanyra dikenal sebagai dai muda berprestasi dengan sejumlah capaian, di antaranya Runner Up Duta Santri Nasional Putri 2025, Juara 1 Dakwah Fesyar Bank Indonesia Regional Sumatera, serta Delegasi Provinsi Aceh pada International Conference Santri Mendunia 2025. Ia juga pernah tampil sebagai penampil dakwah pada ajang Opener ISEF Bank Indonesia tingkat nasional 2025, serta menjadi delegasi Aceh pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional cabang Syarhil Qur’an di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Muhammad Dhafa memiliki prestasi yang tidak kalah gemilang, antara lain Juara 1 Tausiah Putra Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI, Juara 1 Dakwah Ekonomi Syariah Bank Indonesia Provinsi Aceh, serta penerima Penghargaan Gubernur sebagai Pemuda Berprestasi Aceh Tahun 2024. Ia juga merupakan delegasi Provinsi Aceh pada MTQ Nasional cabang Syarhil Qur’an di Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat.
Dengan latar belakang prestasi tersebut, kedua tim penyeleksi dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menilai kualitas retorika, substansi materi, serta kekuatan pesan dakwah para peserta.
Ketua Umum Forum Dai Milenial, H. Akbar Miswari, S.Sos, menyampaikan bahwa penunjukan tim penyeleksi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kompetensi dan integritas.
“Tim penyeleksi yang kami tetapkan merupakan figur-figur yang memiliki pengalaman nyata dan prestasi di bidang dakwah. Kami optimis bahwa proses seleksi akan berjalan secara objektif dan menghasilkan peserta terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Forum Dai Milenial, Arief Rizkil U’la, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara profesional dan transparan.
“Penilaian dilakukan dengan standar yang jelas dan terukur, tidak hanya dari aspek penyampaian, tetapi juga kedalaman pesan dan relevansi dakwah di era digital. Kami memastikan setiap peserta mendapatkan penilaian yang adil,” jelasnya.
Dengan ditetapkannya tim penyeleksi yang kompeten dan berpengalaman, Forum Dai Milenial optimis bahwa Lomba Dai Online FDM 2026 akan melahirkan dai-dai muda yang berkualitas, inspiratif, dan mampu menjadi pelopor dakwah di tengah perkembangan zaman.
