![]() |
| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Kelompok 66 Gampong Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat |
KAMELA-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Kelompok 66 Gampong Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, melakukan kunjungan edukatif ke salah satu usaha alat musik tradisional Aceh, Keunebah Nanggroe, milik Suniadi yang akrab disapa Bapak Soni.
Kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa terkait pelestarian budaya Aceh, khususnya dalam pembuatan alat musik tradisional seperti rapai, serune kale, serta berbagai alat musik khas Aceh lainnya. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN belajar langsung mengenai proses pembuatan, ukuran, hingga variasi harga alat musik yang disesuaikan dengan pesanan.
Bapak Soni menjelaskan bahwa usaha Keunebah Nanggroe merupakan usaha turun-temurun yang telah dijalankan sejak lama. Proses pengerjaan alat musik membutuhkan waktu berminggu-minggu, tergantung pada tingkat kesulitan dan ukuran yang dipesan. Produk alat musik yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di dalam daerah, tetapi juga telah menjangkau luar daerah hingga mancanegara.
“Alhamdulillah, usaha ini sudah dikenal luas. Pesanan datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Keuntungan per tahun bisa mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Bapak Soni.
Sekretaris Desa Blang Weu Panjoe, Baidawi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa KKN UNIMAL yang dinilai dapat membantu memperkenalkan potensi gampong, khususnya usaha berbasis budaya lokal. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya Aceh.
Kegiatan mahasiswa KKN ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sari Yulis Terfiadi, B.B.A., M.BA. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kearifan lokal dan potensi ekonomi kreatif di desa.
Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UNIMAL dalam mendukung pelestarian budaya Aceh serta pengembangan usaha lokal yang berkelanjutan.

